Kasus Penganiayaan Berat Di Abung Timur Berujung Damai

 Kasus Penganiayaan Berat Di Abung Timur Berujung Damai

Nyokabar.com, Lampung Utara – Kasus tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan Eka Saputra meninggal dunia yang terjadi di Desa Bumi Agung Marga Kecamatan Abung Timur Lampung Utara (Lampura) pada Sabtu (20/6/2020) yang lalu akhirnya diselesaikan dengan damai.

Prosesi perdamaian tersebut dimediasi oleh Polres Lampung Utara yang digelar di Ruang Rekonfu Mapolres Lampung Utara (Lampura). Jumat (6/11/2020).

Hadir dalam perdamaian tersebut, Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudho diwakili Kasat Intelkam AKP Haidirsyah, Tokoh masyarakat Abung Timur, Ansori Sabak dan keluarga kedua belah pihak.

Kasus penganiayaan yang berujung damai tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak yang tertuang dalam Surat Kesepakatan Perdamaian yang ditandatangani oleh saksi-saksi kedua belah pihak yang bertikai.

Sadli, orang tua korban mengatakan bahwa perdamaian ini merupakan kesepakatan bersama. Dirinya juga telah menerima dengan lapang dada dan iklas atas peristiwa yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

“ Yang saya harapkan kedepannya perdamaian ini dapat menjalin hubungan baik selama-lamanya hingga anak keturunan,” ungkap Sadli Gelar Sunan Mataram usai melaksanakan prosesi perdamaian.

Sementara itu Nasrul orang tua pelaku, saat dikonfirmasi mengaku kesepakatan perdamaian ini sebelumnya telah dilakukan di kediaman Sadli orang tua korban pada Senin (2/11/2020) di Desa Bumi Agung Marga Kecamatan Abung Timur.

“ Semua hasil kesepakatan damai tertuang didalam surat perdamian,” ujar Nasrul singkat.

Sementara itu, Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudho, melalui Kasat Intelkam AKP Haidirsyah saat memediasi perdamaian, mengapresiasi niat baik antara kedua belah pihak yang sepakat untuk berdamai dan menjalin hubungan keluarga.

“ Alhamdulilah, Semoga niat baik ini benar-benar dapat terjaga. Kedepannya peristiwa yang lalu tidak usah diingat lagi,” kata Haidirsyah.

Berikut tiga poin hasil kesepakatan perdamaian yang dilakukan oleh kedua belah pihak :

1. Kedua belah pihak menyadari bahwa ini suatu musibah yang tidak dapat dihindari dan tanpa ada unsur kesengajaan

2. Perdamaian dilaksanakan atas dasar sewaghei (Sumpah Al-Qur’an), Adat istiadat dan hukum pemerintah yang berlaku

3. Selanjutnya pihak pertama dan pihak kedua (Kedua belah pihak) tidak ada saling dendam dan saling menuntut dikemudian hari.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Tinggalkan Komentar Anda

Related post