MA, Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih Pernah Menjadi Anggota KPPS

 MA, Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih Pernah Menjadi Anggota KPPS

Nyokabar.com. Lampung Utara – MA (33) warga Kelurahan Sribasuki Kabupaten Lampung Utara (Lampura) pelaku pembakar Bendera Merah Putih pernah menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2014 yang silam.

” Iya dia (MA) pernah menjadi anggota KPPS berbarengan dengan saya,” kata Dimas salah satu tetangga pelaku. Senin (3/8/2020).

Dijelaskan Dimas,. Pada pemilu 2014 yang silam, MA menjadi anggota KPPS tepatnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) 101 Lingkungan V kelurahan Sribasuki kabupaten setempat yang diketuai oleh orang tuanya sendiri.

” Kalau ga salah ketua KPPS bapaknya sendiri,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, MA (33) seorang wanita muda ditangkap polisi lantaran membakar Lambang Negara Bendera Merah Putih yang dengan sengaja direkam dan diunggah di media sosial Facebook di akun miliknya Maisy van de hock.

Aksi ini terkuak setelah polisi menyelidiki video yang sempat viral dimedia sosoial terkait seorang wanita membakar bendera Merah Putih. Polisipun berhasil mengamankan pelaku dikediamannya di Kelurahan Sribasuki Kabupaten Lampung Utara pada Minggu malam (2/8/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang didapat, pelaku pembakaran bendera tersebut diduga mengidap gangguan kejiwaan.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudho Martono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaku telah diamankan ke mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

” Pelaku telah kita amankan dan kita bawa ke Mapolres, didampingi oleh orang tuanya, menurut keterangan pelaku, Ia melakukan pembakaran berdasarkan perintah langsung dari PBB di Belanda, yang menyatakan bahwa akan merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi kerajaan Mataram,” kata Bambang kepada awak media. Senin (3/8/2020).

Dijelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku diduga mengidap penyakit jiwa atau tidak waras.

” Namun kita masih menunggu keterangan dari rumah sakit jiwa di Bandar Lampung, apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, MA (pelaku.red) saat dikonfirmasi terkait motivasi aksi pembakaran bendera merah putih tersebut terkesan enggan menjawab pertanyaan dari beberapa wartawan.

” Nanti saja keteranganya, Ini urusan Negara, Nanti kita kena Embargo ekonomi, ” jawabnya ngawur.

Guna kepentingan penyidikan dan proses Hukum lebih lanjut, saat ini pelaku telah di bawa oleh Tim penyidik Polres untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaanya Di RSJD ( Rumah Sakit Jiwa Daerah ) Propinsi Lampung.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Tinggalkan Komentar Anda

Related post