Mantan Kades Way Melan, Riandes Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi DD dan ADD

 Mantan Kades Way Melan, Riandes Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi DD dan ADD

Nyokabar.com Lampung Utara – Mantan Kepala Desa (Kades) Way Melan, Riandes ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Tipidter Kepolisian Resort Lampung Utara (Lampura). Rabu (14/7/2021).

Riandes ditetapkan sebagai tersangka lantaran tersandung kasus kurupsi dana desa (DD) dan anggran dana desa (ADD) tahun anggaran 2018.

Kapolres Lampung Utara (Lampura), AKBP Bambang Yudho Martono melalui Kasat Reskrim AKP Gigih Andri Putranto
Mengatakan bahwa Riandes sebelum ditetapkan sebagai tersangka sempat menjalankan pemeriksaan kemudian terhadap tersangka dikakukan penahanan.

“Pelaku tindak pidana korupsi ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan, sebelumnya telah dilakukan gelar perkara penetapan tersangka kemarin, Selasa (13/7/2021) sekitar pukul 15.00 WIB,” kata AmGigih saat di konfirmasi, Rabu (14/7/2021).

Terpisah, Kanit Tipidter Polres Lampung Utara, IPDA Reza Prasetia menjelaskan modus yang dilakukan tersangka yakni secara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan melakukan perbuatan yaitu menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018 tidak sesuai peruntukannya dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Berdasarkan hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Lampung Utara terdapat penyimpangan yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 174.890.203,” jelas Reza.

Lanjut Ipda Reza untuk tersangka sudah kita amankan di Polres Lampung Utara guna proses penyidikan lebih lanjut. Dari pengakuan tersangka jika uang hasil penyimpangan itu dipergunakan untuk keperluan pribadi.

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 2 dan 3 UU No. 20 Tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” tukasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diq

Tinggalkan Komentar Anda

Related post